Jl. Wanagama 1, Kalurahan Banaran, Playen Gunungkidul

Kemeriahan dari Telkomsel Bersama Warga Masyarakat Hadirkan Senam Aerobik dan Bagi-bagi Dorprice di Halaman Balai Desa Banaran


Hari ini Minggu 29 April 2018 dari Telkomsel mengajak Warga masyarakat Desa Banaran untuk berolah raga dengan menghadirkan Senam bersama di halaman Balai Desa Banaran.


Dari Telkomsel hadir dikalangan warga masyarakat ini sekaligus promosi kepada warga masyarakat. Kali ini dari Telkomsel di hari minggu ini mengadakan Senam Aerobik serta bagi-bagi Dorprice dalam rangkaian acara tersebut.

 

Kedatangan serta keikutsertaan warga pada acara Senam bersama kali ini begitu banyak. Disitulah antusias warga dalam mengikuti acara yang terselenggara dari Telkomsel pada kesempatan kali ini. Demikan info yang dapat admin dokumentasi, semoga bermanfaat.

Lihat Video di bawah ini





Menggunakan Ponsel/ Handphone Saat Berkendara Akan di Tilang Polisi - Gunungkidul

Berdasarkan Informasi yang kami dapat, bahwasannya dari kepolisian akan menindak tegas kepada semua pengendara yang melanggar tata tertib. Berikut info penting yang dapat di baca selengkapnya.

Ratusan anggota polisi baik Jajaran Satuan Lalu Lintas dan anggota Polsek di wilayah hukum Gunungkidul dikerahkan dalam Operasi Patuh Progo tahun 2018. Sejumlah pelanggaran pun menjadi prioritas penindakan oleh petugas.
Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengatakan, terdapat 7 pelanggaran yang nantinya akan dilakukan penindakan tegas oleh petugas. Diantaranya pengemudi atau pengendara yang menggunakan handphone, berboncengan tiga, helm tidak SNI, pengemudi atau pengendara dibawah umur, melawan arus, kecepatan melampaui batas maksimal dan berkendara dalam kondisi mabuk atau pengaruh alkohol maupun obat-obatan.
"Secara keseluruhan pelanggaran yang disebutkan memang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain. Maka dari itu kita akan terapkan penindakan tegas," kata Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko, Kamis (26/04/2018).
Operasi Patuh Progo tahun 2018 digelar dalam rangka persiapan menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri sehingga operasi ini digelar terhitung dari tanggal 26 April hingga 9 Mei 2018 mendatang. Para pelanggar lalu lintas nantinya akan dilakukan tindakan tegas seperti tilang dan lainnya. 
"Lima puluh persen tindakan tilang akan kami lakukan untuk memberikan efek jera. Sedangkan pelanggaran ringan akan kami lakukan sosialisasi atau himbauan saja," imbuh dia.
Pada gelar pasukan yang dilakukan di Mapolres Gunungkidul, Mega Tetuko juga mengatakan, daerah yang menjadi fokus utama yakni Patuk, Playen dan Wonosari karena daerah tersebut merupakan daerah rawan baik pelanggaran maupun kecelakaan.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika di Polsek juga akan melakukan operasi atau razia kendaraan.
Kegiatan ini selain untuk menekan pelanggaran lalu lintas juga untuk menekan jumlah kecelakaan. Pasalnya dari awal tahun hingga April ini belasan nyawa melayang di jalanan karena mengalami tabrakan ataupun kecelakaan tunggal. Operasi ini pun juga melibatkan TNI, Petugas dari Dinas Perhubungan dan beberapa lainnya.

Sumber Informasi : Gunungkidul.sorot

Operasi Patuh Progo Gunungkidul Tahun 2018


Berdasarkan informasi yang admin dapat bahwasanya dari Polres Gunungkidul akan melaksanakan Tata tertib lalu lintas, dari Polres Gunungkidul mengadakan Operasi Patuh Progo 2018.

Adapun pelaksanaan Operasi Patuh Progo dari Polres Gunungkidul akan dilaksanakan mulai tanggal 26 April - 9 Mei 2018.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan operasi lalu lintas terpadu dengan sandi Operasi Patuh Progo 2018 (Nama untuk wilayah D.I Yogyakarta).

Pesan yang di sampaikan dari Kepolisian bagi para pengendara Kendaraan bermotor agar lebih menyadari arti pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

Tindakan tegas akan dilaksanakan dalam operasi kali ini, karena sebelumnya sudah dilaksanakan dan didahului Operasi Keselamatan 2018.

Demikian info dari kami Admin Banaran info untuk sobat-sobat semua di Kabupaten Gunungkidul dan Sekitarnya. Mudah-mudahan info ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Sekian dari mimin semoga bermanfaat.




Sumber Informasi : @polres.gunungkidul

SEJARAH ASAL MULA DESA BANARAN


SEJARAH ASAL MULA DESA BANARAN - WANAGAMA PLAYEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA 

Berdasarkan Sumber yang kami ambil dari situs web Banaran2 yang di Posting di Tahun 2005 bahwa Menelusuri asal mulanya Desa Banaran Desa Banaran ada kaitannya sama desa ngleri konon critanya tempo dulu setelah pecahnya kerajaan majapahit para prajurit berhamburan melarikan diri untuk mencari keslamatan sebagian ada di song putri tepatnya hutan wonolagi sebelah utara desa ngleri. 

Dulu critanya hutan blantara yang ada disitu nama nya bodan surati salah satu punggawa kerajaan mojo pahit dengan berjalannya waktu  bondan surati di cari oleh prajurit-prajurit mojopahit maka diketemukan bondan surati di song putri. 

Song merupakan lempengan batu sekarang masih berada petilasannya di hutan wonolagi desa ngleri prajurit pajapahit Nampak capik lelah dan disuruh beristirahat maka bondan surati berkeinginan untuk menjamunya dengan menanak nasi memakai kendil mrica/ empluk kecil setelah matang nasinya para prajurit di jamu namun tidak membawa peralatan piring supaya mengelar daun jati/ untuk ngeleri nasi (jawa) dari makan nasi kendil itu semua prajurit merasa kenyang seolah-olah nasi itu tidak bisa habis.

Untuk dapat mengetahui Info Lebih lengkap detail mengenai Sejarah Asal mula Desa Banaran silahkan KLIK DI SINI

Program Paket C Setara SMA/SMK di Banaran IX Desa Banaran, Praktek Masak Sebagai Bekal Ikut UNBK

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul melalui UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), melaksanakan uji kompetensi tata boga pendidikan kesetaraan khusus program paket C vokasi di Padukuhan Banaran IX, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Jumat (20/04/2018).
Program tersebut salah satu bagian dari pendidikan nonformal di Indonesia, dengan tujuan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan setara SMA/MA/SMK. Dalam program brilian ini menekankan pada pengetahuan dan keterampilan, serta pengembangan sikap dan kepribadian untuk lebih maju.
Program paket C sendiri terbagi beberapa macam, yakni pendidikan regular, karakter dan vokasi. Untuk pendidikan vokasi terdapat tambahan keterampilan, setara dengan SMK.
Kepala UPT SKB Disdikpora Gunungkidul, Suharjiya menuturkan, uji kompetensi berupa masak-memasak kali ini diikuti 40 warga sebagai siswa paket C vokasi di Desa Banaran. Menurut dia ujian tersebut merupakan syarat masuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Peserta yang tidak lulus uji kompetensi, secara otomatis tidak bisa mengikuti ke jenjang berikutnya.
Perlu disampaikan program paket C di SKB tidak hanya ini. Kita punya paket C regular yang berada di kampus SKB, paket vokasi di luar kampus yang ada di Desa Banaran. Selanjutnya ada paket C berbasis karakter yang diselenggarakan di Lembaga Pendidikan Khusus Anak (LPKA) Wonosari,” jelasnya.
Ujian paket C vokasi ini baru pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Gunungkidul sekaligus sebagai percontohan. Diharapkan jika program berhasil nanti, akan dikembangkan paket C vokasi yang lain untuk mendukung kemampuan warga. 
Dalam ujian kompetensi praktek memasak, UPT SKB menggandeng LPKA Budi Mulia Jogjakarta sebagai penguji berbasis keterampilan Tata Boga.
Sementara itu, Ketua TUK Boga Budi Mulia 2 Jogjakarta, Ani Syafaatun mengatakan materi ujian kompetensi adalah pengolahan kue Indonesia dan kue oriental. Setiap peserta diuji teori dan ujian praktek membuat kue yang sudah ditetapkan pada laster sebanyak 4 macam dengan variasi isi dan variasi bentuk.
Kedepannya, lanjut Ani, warga belajar paket C vokasi bisa mendapat pengakuan dari pemerintah melalui sertifikat, dengan mereka dinyatakan kompeten, mandiri dan legalitas yang menerangkan kualitas diri.
Jadi sertifikat ini bisa untuk bekerja, bisa untuk legalitas misalnya membuat perijinan wirausaha dan ini memperkaya mereka bahwa sudah kompeten di bidang ini,” tegasnya.
Salah satu peserta belajar paket C vokasi, Ade Maryati mengatakan, dengan diadakan kegiatan pendidikan program ini dirinya merasa beruntung. Terlebih adanya praktek ujian kompetensi memasak, ibu rumah tangga tersebut mengaku bisa belajar secara langsung demi memperkaya resep.
Sekolah diadakan 3 kali satu minggu. Mudah-mudahan kedepannya bisa untuk melamar pekerjaan yang lebih baik,” ungkapnya.
Diketahui, ujian kompetensi tata boga paket C vokasi dimulai pukul 08.00 WIB dihadiri perangkat desa, Babinsa Desa Banaran, Serka Masruri dan Babinkhamtibmas, Aipda Sagiran. Kegiatan yang memakan waktu cukup lama tersebut berhasil rampung tanpa ada kendala sedikitpun. Sejumlah peralatan dan racikan olahan masakan sudah dipersiapkan secara lengkap oleh petugas.

Sumber : gunungkidul.sorot

Total Pageviews

Flag Counter Real Time Traffic