Jl. Wanagama 1, Kalurahan Banaran, Playen Gunungkidul

Showing posts with label PERTANIAN. Show all posts
Showing posts with label PERTANIAN. Show all posts

Petani Desa Banaran Mulai Bercocok Tanam

Di sinilah kesibukan Petani Warga Desa Banaran di sawah ladang pertaniannya. Mulai di pagi Jum'at 13 Oktober 2017 warga Desa Banaran sudah di sibukkan dengan aktifitas bertani di mulainya bercocok tanam.
Dari sinilah kita dapat melihat betapa tekunnya warga Desa Banaran dalam mengolah lahan pertaniannya di saat mulainya musim penghujan di bulan Oktober 2017.
Demikian info seputar kegiatan Warga Desa Banaran dalam segala hal untuk mempersiapkan bercocok tanamnya di Sawah ladangnya, semoga bermanfaat.

Jenis Tanah dan Teknik Cara Memperbaiki Kesuburan Tanah


Tanah Subur. Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami tumbuhan/tanaman bisa memberikan hasil yang banyak berupa produksi daun, batang, buah atau umbi. Untuk itu agar tercapainya tujuan produksi maka tanah yang dijadikan lahan usaha perlu ada upaya agar tanah tersebut tetap subur dalam jangka waktu tak terbatas atau berkelanjutan. Ada beberapa macam cara penyuburan tanah antara lain:

1.Pada tanah yang banyak mengandung liat (tanah liat) Tanah liat adalah tanah yang banyak mengandung /menyimpan makanan bagi tanaman namun sayang makan tidak dapat dimakan kerena kekurangan oksigen (O2). Apabila menemukan tanah yang semacam ini perlu diupayakan agar tersedia O2 dengan cara memberikan kompos, bokashi pupuk kandang, atau bahan organik lainya sehingga tanah menjadi gembur. 

2.Pada tanah berpasir atau tanah yang banyak mengandung pasir. Tanah yang seperti ini kelemahanya sulit untuk mengikat air, fenomena cepat kekeringan dan merana, caranya adalah menambah bahan organik seperti kompos, bokashi pupuk kandang, pupuk organik daun hiaju yang mudah busuk ditambah kotoran hewan, tanah dan air dengan perbandingan : 1 : 1 : 1 : 1 , simpan didrum biarkan selama tiga minggu, inilah pupuk yang terbaik untuk tanah berpasir.

3.Tanah yang banyak mengandung kapur. Tanah sperti ini kelemahanya adalah pertama tingkat keasaman ( pH= potensial hidrogen) yang tinggi, kedua tanah mudah longsor, makanan mikro kurang tersedia sperti besi,seng dan tembaga.
Tanah seperti ini perlu diberikan pupuk kompos dan dedaunan yang hijau apalagi kalau daun hijaunya dari jenis yang berbunga kupu-kupu seperti kacang-kacangan, johar, turi dsb. Untuk menurunkan tingkat keasaman jemis tanah ini yaitu dengan cara memberikan pupuk yang mengandung belerang.

4.Tanah besifat asam. Tanah yang asam biasanya ditandai dengan : Untuk tanah sawah, warna air kuning berkarat, kalau tanah darat suka ditumbuhi alang-alang atau kalau ditanami jagung, jagungnya menguning atau kalau ditanami kacang tanah tidak ada buah yang berenas. Apabila menemukan tanah ynag seperti ini, tanah tersebut adalah asam atau pHnya 3 - 5. Dengan demikian maka pHnya harus disesuaikan dulu dengan keinginan tanaman,karena setiap tanaman menginginkan pH yang berbeda.

Upaya menaikan pH tanah banyak cara diantaranya adalah demikian :
a. Tanah dijemur .
Caranya: tanah dicangkul,dibajak. Tanah yang berupa bongkahan dibiarkan terjemur dulu selama 2 minggu.


b. Diberi arang sekam.
Caranya: Tanah ditaburi arang sekam selanjutnya tanah dicangkul hingga arang tersebut tercampur dengan tanah.
c. Perbaikan tata udara dalam tanah
Caranya : Tanah diolah kemudian dibuat parit-parit, ini untuk menghindari genangan air dan pada tanah gambut disebut tali air. ini dibuat memanjang dengan jarak 25 m agar tejadi pencucian dan yang asam mengalir.
d. Menambah pupuk organik
Dengan diberikan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan yang banyak, maka secara bertahap pHnya akan berangsur-angsur naik.
e. Pengapuran.
Untuk menaikan pH bisa juga memberikan kapur pertanian dengan cara ditabur diatas tanah yang sudah dicangkul kemudian diaduk dengan tanah, apabila sudah tercampur antara kapur pertanian dan tanah, lalu disiram air atau tunggu tersiram air hujan dulu.Biarkan 10 - 15 hari, baru ditanam tumbuhan.

5. Tanah gambut. Adalah tanah yang kaya akan bahan organik namun belum bisa terurai menjadi makanan tumbuhan hanya kelemahanya adalah pH rendah atau asam. Tata udara kadang lemah, sehingga bakteri tidak bisa bekerja secara maksimal. Pada taanah yang demikian, tanaman yang bisa tumbuh hanya beberapa macam saja. Adapun cara perbaikanya adalah :
a. Membersihkan kompos dari pupuk kandang, arang atau bokashi, pupuk kandanmg arang.
b. Membuat tali air/ parit sebanyak mingkin.
c. Memberikan kultur campuran mikroorganisme yang menguntungkan.
d. seiring memberikan bakteri juga memberikan limbah yang mengandung protein banyak, misal limbah tahu, darah atau ikan busuk.

6. Tanah podsol merah. Tanah ini terdapat banyak di Sumratra dan Kalimantan. Pada tanah yang seperti ini usahanya adalah :
a. Memberikan bahan organik berupa kompos yang banyak.
b. Menutup tanah atau memerikan mulsa pada setiap tanaman sehingga lapisan atas tanah akan terlindung
dari erosi karena hujan.
c. Memberikan bakteri yang menguntungkan.

Catatan Penting
1. Memberikan bahan organik berupa kompos atau bokashi merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan
pengelola.
2. Menjaga kehidupan ekosistem yang berada dalam tanah sehingga alam akan ada kemampuan membuat
makanan tumbuhan secara optimum.
3. Mengatur tata udara dan air agar ada kehidupan didalam tanah.
4. Sasara perbaikan ditunjukan pada perbaikan fisik, kimia, dan biologi tanah.

JENIS-JENIS TANAH

1. Tanah Vulkanis

a. Tanah Andosol

  • Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
  • Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
  • Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi
andosol
andosol

b. Tanah Regosol

  • Proses terbentuknya : dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar
  • Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa
  • Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara

c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)

  • Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah
  • Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
  • Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan

2. Tanah Organosol

a. Tanah Humus

  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
  • Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian
  • Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara
Organosol
Organosol

b. Tanah Gambut

  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa)
  • Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut
  • Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan
Tanah Gambut
Tanah Gambut

3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)

  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar
  • Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi
  • Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan
  • Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera

4. Tanah Podzol

  • Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija
  • Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua
Podsol
Podsol

5. Tanah Laterit

  • Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah
  • Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian
  • Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara

6. Tanah Mergel

  • Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan
  • Ciri-ciri : tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk hujan jati
  • Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara

7. Tanah Terarosa (Kapur)

a. Tanah Renzina

  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara
  • Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati
  • Persebaran : Gunung kidul , Yogyakarta
Terarosa
Terarosa

b. Tanah Mediteran

  • Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen
  • Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati
  • Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera

Ciri-ciri tanah di Indonesia:

  • Banyak mengandung unsur hara
  • Struktur tanahnya baik, artinya susunan butir-butir tanah tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang
  • Cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara
  • Mempunyai garam-garaman dalam jumlah banyak

Upaya untuk melestarikan sumber daya tanah:

  • Pemupukan diusahakan dengan pupuk hijau / pupuk kandang / pupuk kompos
  • Dibuat hutan-hutan cadangan pada lereng-lereng gunung
  • Membuat terassering / sengkedan di daerah-daerah miring
  • Membuat penghijauan dan reboisasi pada daerah yang gundul, dan sebagainya.
Reboisasi
Reboisasi

TEHNIK PENANAMAN DAN PERAWATAN KACANG TANAH



SYARAT PERTUMBUHAN

2.1. Iklim
a. Curah hujan antara 800-1.300 mm/tahun. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan bunga sulit terserbuki oleh serangga dan akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.
b. Suhu udara sekitar 28-320C. Bila suhunya di bawah 100C, pertumbuhan tanaman akan terhambat, bahkan kerdil.
c. Kelembaban udara berkisar 65-75 %.
d.Penyinaran matahari penuh dibutuhkan, terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang.


2.2. Media Tanam
a. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah gembur / bertekstur ringan dan subur.
b. pH antara 6,0-6,5.
c. Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus, kerdil, layu dan akhirnya mati.
d. Drainase dan aerasi baik, lahan tidak terlalu becek dan kering baik bagi pertumbuhan kacang tanah.


2.3. Ketinggian Tempat
Ketinggian penanaman optimum 50 – 500 m dpl, tetapi masih dapat tumbuh di bawah ketinggian 1.500 m dpl.


PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
3.1. Pembibitan
3.1.1. Persyaratan Benih


Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah:
a. Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.
b. Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.
c. Kulit benih mengkilap, tidak keriput dan cacat.
d. Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain.
e. Kadar air benih berkisar 9-12 %.


3.1.2. Penyiapan Benih
Benih sebaiknya disimpan di tempat kering yang konstan dan tertutup rapat. Untuk menjamin kualitas benih, lebih baik membeli dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.


3.2. Pengolahan Media Tanam
3.2.1. Persiapan dan Pembukaan lahan
Pembukaan lahan dengan pembajakan dan pencangkulan untuk pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya, serta untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit.


3.2.2. Pembentukan Bedengan
Buat bedengan ukuran lebar 80 cm, panjang menyesuaikan, ketebalan bedengan 20-30 cm. Diantara bedengan dibuatkan parit.


3.2.3. Pengapuran
Untuk menaikkan pH tanah, terutama pada lahan yang bersifat sangat masam dilakukan pengapuran dengan dosis + 1 – 2,5 ton/ha selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.


3.3. Teknik Penanaman
3.3.1. Penentuan Pola Tanam
Pola tanam memperhatikan musim dan curah hujan. Pada tanah yang subur, benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm, 30 x 20 cm, atau 20 x 20 cm.
3.3.2. Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm menggunakan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.


3.3.3. Cara Penanaman
Masukan benih 1 atau 2 butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering pada awal musim hujan, di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan Juli-September (palawija II).


3.4. Pemeliharaan Tanaman
3.4.1. Penyulaman
Sulam benih yang tidak tumbuh atau mati, untuk penyulaman lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).
3.4.2. Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan dilakukan 2 kali umur 1 dan 6 minggu dengan hati-hati agar tidak merusak bunga dan polong.
Pembumbunan dilakukan bersamaan saat penyiangan, bertujuan untuk menutup bagian perakaran.


3.4.3. Pengairan dan Penyiraman
Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau dapat diberikan mulsa (jerami dan lain-lain). Saat berbunga tidak dilakukan penyiraman, karena dapat mengganggu penyerbukan.


3.4.6. Pemeliharaan Lain
Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan, misalnya pemangkasan, perambatan, pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).
3.5. Hama dan Penyakit
3.5.1. Hama a. Uret
Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
b. Ulat Penggulung Daun
Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering.
c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman;


d. Ulat Jengkal (Plusia sp)
Gejala: menyerang daun kacang tanah.


e. Kumbang Daun
Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak;


3.5.2. Penyakit a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”
Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan.


b. Penyakit sapu setan
Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan,


c. Penyakit Bercak Daun
Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang.


d. Penyakit Gapong
Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.


e. Penyakit Sclerotium
Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan.


f. Penyakit Karat
Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.


3.6. Panen
Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
a) Batang mulai mengeras.
b) Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, Polong sudah berisi penuh dan keras.
c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.

BERBAGAI MACAM FUNGSI PUPUK KANDANG


Dalam biologi tanaman, dikenal banyak sekali jenis pupuk. Untuk pupuk yang banyak mengandung nitrogen kita kenal urea dan ZA. Pupuk yang meengandung phospor kita kenal pupuk NPK. Pupuk alami, kita tahu ada pupuk kompos dan pupuk kandang. Kali ini kita akan coba mengenal lebih jauh apa itu pupuk kandang.
Apa itu pupuk kandang?
Sejenis pupuk yang terbuat dari kotoran binatang ternak (dipelihara) yang mengandung banyak unsur hara yang dapat memperbaiki sifat biologi tanah. Menurut wujudnya, pupuk ini bisa dibedakan menjadi 2 macam yaitu padat dan cair.
Pupuk Kandang Padat
Pupuk kandang berupa padatan yang  berasal dari kotoran ternak. Oleh para petani tradisional pembuatan pupuk ini cukup menimbun kotoran dari ternak mereka sampai kemudian mereka membutuhkan barulah pupuk tersebut digunakan.
Pupuk Kandang Cair
Lain halnya dengan pupuk padat, pupuk ini bentuknya cair dari kotoran ternak yang masih basah dan bercampur urine kemudian dilarutkan dalalm air dengan perbandingan tertentu. Untuk melarutkan kotoran tesebut hingga menjadi pupuk cair dibutuhkan waktu sekitar 2 minggu. Ciri-cirinya, air harus sampai tidak berbau dan warnanya coklat gelap. Penelitian menunjukkan pupuk cair dari kotoran ayam mempunyai kandungan unsur hara yang cukup tinggi.
Manfaat Pupuk Kandang
Sejak dari beratus-ratus tahun yang lalu orang telah banyak memanfaatkan pupuk kandang untuk memupuk tanaman. Pupuk jenis ini mengandung unsur hara yang sangat  yang bermanfaat memperbaiki kesuburan tanah dan sumber zat penting yang dibutuhkan oleh tanaman misalnya nitrogen, kalium, dan juga phospat. Yang perlu diperhatikan saat membuat pupuk kandang adalah jenis binatang dan umurnya. Kedua hal tersebut akan sangat menentukan kandungan unsur hara. Untuk kadar nitrogen, paling banyak dikandung oleh kotoran dar sapi pedaging, phospor paling banyak dikandung oleh sapi perah, dan kalium paling banyak pada kotoran unggas.

MACAM-MACAM PUPUK DAN BERBAGAI MACAM FUNGSINYA


Fungsi pupuk adalah sebagai salah satu sumber zat hara buatan yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan nutrisi terutama unsur-unsur nitrogen , fosfor, dan kalium. Sedangkan unsur sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan boron merupakan unsure-unsur yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien). Berdasarkan asal atau kejadiannya, pupuk dapat digolongkan sebagai berikut :

a. Pupuk Organik

Pupuk organic adalah semua sisa bahan tanaman, pupuk hijau, dan kotoran hewan yang mempunyai kandungan unsure hara rendah. Pupuk organic tersedia setelah zat tersebut mengalami proses pembusukan oleh mikro organisme. Selain pupuk anorganik, pupuk organic juga harus dberikan pada tanaman. Macam-macam pupuk organic adalah sebagi berikut:

1. Kompos

Pupuk kompos adalah pupuk yang dibuat dengan cara membusukkan sisa-sisa tanaman. Pupuk jenis ini berfungsi sebagai pemberi unsure-unsur hara yang berguna untuk perbaikan struktur tanah.

2. Pupuk Hijau

Pupuk hijau adalah bagian tumbuhan hijau yang mati dan tertimbun dalam tanah. Pupuk organic jenis ini mempunyai perimbangan C/N rendah, sehingga dapat terurai dan cepat tersedia bagi tanaman. Pupuk hijau sebagai sumber nitrogen cukup baik di daerah tropis, yaitu sebagai pupuk organic sebagi penambah unsure mikro dan perbaikan struktur tanah.

3. Pupuk kandang

pupuk kandang adalah pupuk yang berasal dari kotoran hewan. Kandungan hara dalam puouk kandang rata-rata sekitar 55% N, 25% P2O5, dan 5% K2O (tergantung dari jenis hewan dan bahan makanannya). Makin lama pupuk kandang mengalamai proses pembusukan, makin rendah perimbangan C/N-nya.

b. Pupuk Anorganik

Pupuk anorganik atau pupuk buatan (dari senyawa anorganik) adlah puuk yang sengaja dibuat oleh manusia dalam pabrik dan mengandung unsure hara tertentu dalam kadar tinggi. Pupuk anorganik digunakan untuk mengatasi kekurangan mineral murni dari alam yang diperlukan tumbuhan untuk hidup secara wajar. Puuk anorganik dapat menghasilkan bulir hijau dan yang dibutuhkan dalam proses fotosintesis.
Berdasarkan kandungan unsure-unsurnya, pupuk anorganik digolongkan sebagai berikut :

1. Pupuk Tunggal

Pupuk tunggal yaitu pupuk yang mengandung hanya satu jenis unsure hara sebagai penambah kesuburan. Contoh pupuk tunggal yaitu pupuk N, P, dan K.

a. Pupuk Nitrogen
Fungsi nitrogen (N) bagi tumbuhan adalah:

Mempercepat pertumbuhan tanaman, menambah tinggi tanaman, dan merangsang pertunasan.

Memperbaiki kualitas, terutama kandungan proteinnya.

Menyediakan bahan makanan bagi mikroba (jasad renik)

Nitrogen diserap dalam tanah berbentuk ion nitrat atau ammonium. Kemudian, didalam tumbuhan bereaksi dengan karbon membentuk asam amino, selanjutnya berubah menjadi protein. Nitrogen termasuk unsure yang paling banyak dibutuhkan oleh tanaman karena 16-18% protein terdiri dari nitrogen. Pupuk yang paling banyak mengandung unsure nitrogen adalah pupuk urea.

Macam-macam pupuk nitrogen sebagai berikut.

pupuk urea(CO(NH2)2) yang mengandung 47% nitrogen (paling tinggi dibandingkan dengan pupuk nitrogen jeni lain). Urea sangat mudah larut dalam air dan juga mudah diubah menjadi ion nitrat (NO3-) yang mudah diserap oleh tumbuh-tumbuhan. Cara pembuatan urea : 2NH3(g) +CO2(g)         CO(NH2)2(s) +H2O (l)
pupuk ZA (Zwavel Ammonium) atau ammonium sulfat ((NH4)2SO4) yang mengandung 21% nitrogen.
Pupuk ammonium klorida (salmiak) atau NH4Cl, mengandung 20% nitrogen.
Pupuk ASN (ammonium Sulfat Nitrat) atau [(NH4)3(SO4)(NO3)], mengandung 23-26% nitrogen.
Pupuk natrium nitrat atau sodium nitrat (NaNO3), mengandung 15% nitrogen.

b. Pupuk Fosforus
Fosforus (P) bagi tanaman berperan dalam proses:

respirasi dan fotosintesis
penyusunan asam nukleat
pembentukan bibit tanaman dan penghasil buah.
Perangsang perkembangan akar, sehingga tanaman akan lebih tahan terhadap kekeringan, dan,
Mempercepat masa panen sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan waktu panen.

Unsure fosfor diperlukan diperlukan dalam jumlah lebih sedikit daripada unsure nitrogen. Fosfor diserap oleh tanaman dalam bentuk apatit kalsium fosfat, FePO4, dan AlPO4.
Macam-macam pupuk fosfor sebagai berikut :

pupuk superfosfat (Ca(H2PO4)2) yang sangat mudah larut dalam air sehingga mudah diserap oleh akar tanaman. Contoh: Engkel superfosfat (ES) yang mengandung sekitar 15% P2O5, Double superfosfat (DS) yang mengandung sekitar 30% P2O5, dan Tripel Superfosfat (TSP) yang mengandung sekitar 45%P2O5.
Pupuk FMP (Fused Magnesium Phosphate) atau Mg3(PO4)2 yang baik digunakan pada tanah yang banyak mengandung besi dan aluminium.
Pupuk aluminium fosfat (AlPO4)
Pupuk besi (III) fosfat (FePO4)


c.    Pupuk Kalium
Fungsi kalium bagi tanaman adalah

Mempengaruhi susunan dan mengedarkan karbohidrat di dalam tanaman.
Mempercepat metabolisme unsure nitrogen,
Mencegah bunga dan buah agar tidak mudah gugur.

Macam-macam pupuk kalium sebagai berikut:

pupuk kalium klorida atau potassium klorida (KCl). Ada 2 macam pupuk KCl yang beredar di pasaran, yaitu KCl 80 (mengandung 50% K2O) dan KCl 90 (mengandung 53% K2O).

Pupuk ZK (Zwavel Kalium) atau kalium sulfat (K2SO4) yang baik digunakan pada tanaman yang tidak tahan te rhadap konsentrasi ion klorida tinggi. Ada 2 macam pupuk ZK yang beredar di pasaran, yaitu ZK 90 (mengandung 50% K2O) dan ZK 96 (mengandung 53% K2O).

2.  Pupuk Majemuk

Pupuk majemuk yaitu pupuk yang mengandung lebih dari satu unsure hara yang digunakan untuk menambah kesuburan tanah. Contoh pupuk majemuk yaitu NP, NK, dan NPK. Pupuk majemuk yang paling banyak digunakan adalah pupuk NPK yang mengandung senyawa ammonium nitrat (NH4NO3), ammonium dihidrogen fosfat (NH4H2PO4), dan kalium klorida (KCL).
Kadar unsure hara N, P, dan K dalam pupuk majemuk dinyatakan dengan komposisi angka tertentu. Misalnya pupuk NPK 10-20-15 berarti bahwa dalam pupuk itu terdapat 10% nitrogen, 20% fosfor (sebagai P2O5)dan 15% kalium (sebagai K2O).
Penggunaan pupuk majemuk harus disesuaikan dengan kebutuhan dari jenis tanaman yang akan dipupuk karena setiap jenis tanaman memerlukan perbandingan N, P, dan K tertentu. Di Indonesia beredar beberapa jenis pupuk majemuk dengan komposisi N, P, dan K yang beragam.

Nilai suatu pupuk ditentukan oleh hal-hal berikut :
  1. Kadar unsure, makin tinggi kadar unsure, akin tinggi nilai pupuk.
  2. Higroskopisitas, pupuk buatan mulai menarik air pada kelembaban 51-99%. Pupuk yang mudah menarik air, misalnya urea mengalami masalah pada penympanan, sifat higroskopis secara langsung tidak mempengaruhi nilai pupuk sebagai penambah kesuburan tanah.
  3. Kelarutan, mempengaruhi mudah tidaknya unsure-unsur yang terkandung diambil oleh tanaman.
  4. Cara kerja, bekerjanya pupuk adalah waktu yang diperlukan hingga pupuk tersebut dapat dihisap oleh tanaman  dan memperlihatkan pengaruhnya. Bekerjanya pupuk sangat mempengaruhi waktu dan cara penggunaan pupuk.
  5. Keasaman, beberapa jenis pupuk dapat dipakai untuk meningkatkan, mempetahankan, atau mengurai keasaman tanah.


Pengaruh negatif penggunaan pupuk

a. Pengaruh negatif pupuk urea
  1. tanah akan bersifat agak asam
  2. penggunaan urea berlebihan dalam kurun waktu yang berdekatan akan mengurangi proses tumbuhnya kecambah dari suatu bibit dan mengurangi daya serap akar.

b. Pengaruh negatif pupuk superfosfat
  • Jika kelebihan superfosfat, tanah akan kelebihan asam. Hal ini dikarenakan superfosfat dapat meningkatkan konsentrasi hydrogen dalam tanah.
  • Dapat bersifat racun bagi tanaman jika diberikan pada tanaman yang tumbuh pada tanah yang mengandung banyak unsure aluminium. Hal ini dikarenakan superfosfat dapat mempercepat pembentukan racun aluminium, atau toxic aluminium.

c. Pengaruh negatif pupuk ammonium sulfat
  • Dapat bersifat racun bagi tanah jika diberikan pada tanah tanpa disertai kapur. Tanpa adanya batuan kapur, ammonium sulfat akan bebas bereaksi dengan besi, aluminium, dan mangan membentuk racun besi, aluminium, dan mangan.
  • Kelebihan pupuk ammonium sulfat mengakibatkan tanah besifat asam. Dengan demikian, pupuk ini harus diberikan pada tanah yang bersifat basa.

JENIS DAN KEGUNAAN UNSUR HARA
13 JENIS DAN KEGUNAAN UNSUR HARA

1. NITROGEN ( N )

MANFAAT : Memacu pertumbuhan tanaman secara umum, terutama pada fase vegetatif, Berperan dalam pembentukan klorofil, asam amino, lemak, enzim, dan persenyawaan lain.

GEJALA TUMBUHAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Pertumbuhan tanaman lambat. Mula-mula daun menguning dan mengering, lalu rontok. Daum yg menguning diawali dari daun bagian bawah, lalu disusul daun bagian atas.

2. FOSFOR ( P )

MANFAAT : Membentu pertumbuhan protein dan miniral yg sangat tinggi bagi tanaman. Bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman. Merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar. Mempercepat membungaan dan pembuahan tanaman. Serta mempercepat pemasakan biji dan buah.

GEJALA TUMBUHAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun bawah berubah warna menjadi tua atau tampak mengkilap merah keunguan. Kemudian menjadi kuning keabuan dan rontok. Tepi daun, cabang, dan batang berwarna merah keunguan. Batang kerdil dan tidak menghasilkan bunga dan buah. Jika sudah terlanjur berbuah ukurannya kecil, jelek, dan lekas matang.

3. POTASIUM ( K )

MANFAAT : Membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula. Membantu pengankutan gula dari daun ke buah. Memperkuat jaringan tanaman, serta meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun mengkerut atau keriting, timbul bercak-bercak merah kecoklatan lalu kering dan mati. Perkembangan kar lambat. Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, jelek, dan tidak tahan lama.

4. KALSIUM ( Ca )

MANFAAT : Mengaktifkan pembentukan bulu-bulu akar dan biji serta menguatkan batang. Membantu keberhasilan penyerbukan. Membantu pemecahan sel. membanti aktivitas beberapa enzim pertumbuhan. Serta menetralisir senyawa dan kondisi tanah yang merugikan.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Tepi daun muda mengalami krorosil, lalu menjalar ke tulang daun. Kuncup tanaman muda tidak berkembang dan mati. Terdapat bintik hitam pada serat daun. Akar pendek. Buah pecah dan bermutu rendah.

5. MAGNESIUM ( Mg )


MANFAAT : Membantu pembentukan klorofil, asama amino, vitamin, lemak dan gula. Berperan dalam transportsi fosfat dalam tanaman.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun tua mengalami krorosis, menguning dan bercak kecoklatan, hingga akhirnya rontok. Pada tanaman yg menghasilkan biji akan menghasilkan biji yg lemah.

6. BELERANG ( S )

MANFAAT : Membantu pembentukan asam amino, protein dan vitamin. Membantu pembentukan bintil akar dan pertumbuhan tunas baru.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun muda berwarna hijau muda, mengilap, tapi agak pucat keputihan, lalu berubah jadi kuning dan hijau. Tanaman tumbuh terlambat, kerdil, berbatang pendek dan kurus.

7. BORON ( Bo )


MANFAAT : Membawa kabohidrat keseluruh jaringan tanaman. Mempercepat penyerapan unsur kalium. Merangsang tanaman berbunga dan membantu proses penyerbukan. Meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah-buahan.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Tunas pucuk mati dan berwarna hitam, lalu muncul tunas amping tapi tidak lama kemudian akan mati. Daun mengalami klorosis dimulai dari bagian bawah daun lalu mengering. Daun yg baru muncul kerdil dan akhirnya mati. Daun tuanya berbentuk kecil, tebal dan rapuh. Pertumbuhan batang lambat dengan ruas-ruas cabang yg pendek.

8. TEMBAGA ( Cu )

MANFAAT : Membantu pembentukan klorofil dan sebagai komponen dalam pembentukan enzim tanaman.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun muda berwarna kuning layu dan tidak berkembang. pertumbuhan dan kesuuran tanaman terhambat secara keseluruhan.

9. KLOR ( CI )


MANFAAT : Berperan dalam pembentukan hormon tanaman. Meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Tanaman gampang layu, daun pucat ,keriput, dan sebagian mengering. Produktivitas tanaman rendah dan pemasakan buah lambat.

10. BESI ( Fe )

MANFAAT : Berperan pada proses-proses fisiologis tanaman, seperti proses pernapasan, pembentukan klorofil dan fotosintesis.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun muda berawrna putih pucat lalu kekuningan, dan akhirnya rontok. Tanaman perlahan-lahan mati dimuali dari puncak.

11. MANGAN ( Mn )

MANFAAT : Membantu proses fotosintesis, dan berperan dalam pembentukan enzim-enzim tanaman.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Pertumbuhan tanaman kerdil, daun berwarna kekuningan atau merah dan sering rontok. Pembentukan biji tidak sempurna.

12. MOLIBDENUM ( Mo )


MANFAAT : Fungsi sama seperti Cu, berperan sebaga pengikat nitrogen bebas udara untuk pembentukan protein, dan menjadi komponen pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman leguminose.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun berubah warna, keriput dan melengkung seperti mangkuk. Muncul bintik-bintik kuning disetiap lembaran daun, dan akhirnya mati. Pertumbuhan tanaman terhenti.

13. SENG ( Zn )

MANFAAT : Mmebantu pembentukan auksin, klorofil, dan karbohidrat.

GEJALA TANAMAN YG MEMBUTUHKAN PUPUK INI : Daun berwarna kuning pucat atau kemerahan, muncul bercak-bercak putih di permukaan daun hingga akhirnya mengering, berlubang dan mati. Perkembangan akar tidak sempurna, sehingga pendek dan tidak subur.

Sumber : http://banaran2.blogspot.co.id/2013/09/jenis-macam-macam-pupuk-dan-fungsi-pupuk.html

Kebersamaan Siswa-siswi Sekolah Dasar dengan Petani Desa Banaran


Di pagi hari Jum'at 18 Agustus 2017 saat Pembelajaran di Luar Kelas siswa-siswi melintas bertemu dengan patani di jalan.
Disinilah kebersaan kedekatan siswa-siswi menyapanya dan berdampingan foto bersama.
Begitu pula nenek yang sudah tua pun giat untuk berladang, seperti nenek yang ada di bawah ini.
Tetap semangat meski sudah lanjut usia nenek yang ada di dekat kami admin Banaran info kepedulain nenek ini jiwanya masih semangat untuk berladang.
Di sini pula ekspresi siswa-siswi untuk berdekatan foto bersama dengan kakek yang sedang di ladangnya.
Demikian info dari kami, semoga bermanfaat

Aktifitas Warga Membajak Tanah Ladang dengan Traktor

Di jaman modern seperti sekarang ini aktifitas membajak sudah tidak menggunakan alat tradisional lagi yang di bantu dengan hewan ternak seperti hewan sapi akan tetapi sekarang sudah menggunakan alat Traktor.
Di sinilah salah satu warga di Desa Banaran di sawah ladang pertaniannya membajak sudah menggunakan alat modern seperti traktor.
Berdasarkan liputan kami sore tadi Rabu 9 Agustus 2017 di salah satu warga yang menemani aktifitas mentraktor aktifitas sore tadi di salah satu ladang yang ada di Desa Banaran, Mas Nono mengatakan, bahwasanya sekarang membajak tanah sawah ladang lebih ringan, lebih efisien dan cepat terselesaikan membajak sawah ladangnya dengan menggunakan alat modern seperti traktor.
Dari hasil liputan yang dapat kami ambil dokumentasinya sore tadi semoga bermanfaat dan dapat menjadikan info sosial kemasyarakatan yang ada di Desa Banaran. 

Bapak Kadus Pun Masih Peduli dengan Hewan Ternaknya


Aktifitas di sore hari warga di Banaran VIII adalah seorang perangkat Desa Banaran yaitu Beliau Bapak Kadus Banaran VIII. Meski statunya adalah sebagai Pak Kadus di Banaran VIII akan tetapi di luar jam dinas Bapak ini aktifitasnya sama seperti warga-warga yang lain yang ada di Desa Banaran yaitu mencari Rumput untuk pakan ternaknya dalam bahasa jawanya Ngarit. Kami pun salut dengan  keberadaan Bapak Kadus Banaran VIII mau berbaur di ladangnya untuk mencari  rerumputan untuk pakan hewan ternaknya.
Dengan kebetulan pas kami melintas bertemu dengan Bapak Kadus Banaran VIII yang masih giat dengan aktifitasnya di ladang. 
Semangat Pak Kadus, semoga Ternaknya  bertambah banyak ngerdo widodo. Dari sinilah kami dapat mengambil dokumentasinya di sore hari Rabu 9 Agustus 2017. Semoga bermanfaat.

MUSIM PANEN PERTANIAN WARGA DESA BANARAN


Panen adalah pemungutan (pemetikan) hasil sawah atau ladang. Istilah ini paling umum dipakai dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di lahan. Panen istilah dalam bahasa jawa Unduh-unduh hasil polowijo ataupun hasil pertanian seperti inilah yang di lakukan oleh warga Desa Banaran di pertengahan bulan April 2017.

Para [etani inilah sangat-sangatlah bersyukur setelah beberapa hari tidak ada hujan sore hari dan malam hari kemarin 22 April Desa Banaran dan sekitarnya di Guyur Hujan. Suatu pertanda bahwa para petani yang belum petik hasil Panennya seperti Kacang Tanah dengan adanya hujan bisa Panen petik hasilnya, meski ada beberapa warga yang panennya tidak turun-turun hujan pada akhirnya harus di lubangi untuk ambil panennya dengan menggunakan perlengkapan petani yang ada. Info Lengkap mengenai Panen Petani Desa Banaran silahkan Selengkapnya Klik Di Sini

Total Pageviews

Flag Counter Real Time Traffic