Jl. Wanagama 1, Kalurahan Banaran, Playen Gunungkidul

Showing posts with label DESA. Show all posts
Showing posts with label DESA. Show all posts

Sejarah Dumadine Desa Banaran

Banaran Info - Publicaciones | Facebook 

Banaran Info - Mengucapkan Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT, Berkat Rahmat dan Hidayahnya sehingga di sini Admin bisa berjumpa pada kesempatan ini tentunya adamin akan sedikit memberikan infromasi buat kita semua yang mungki selama ini belu tahu Asal Usul Desa Kita tercinta ini Desa Banaran. 
 
Dari sinilah kami selaku admin Banaran Info sangatlah berterima kasih kepada Pemerintah Desa Banaran Kecamatan Playen Kabupaten Gunungkidul sudah menyediakan Buku tentang Sejarah Menjadinya Desa Banaran sehingga masyarakat Pada umumnya bisa membaca Buku tersebut.

Dengan adanya Buku yang sudah di Buat Pemerintahan Desa Banaran ini harapannya bermanfaat bagi masyarakat Desa Banaran sehingga dapat memahami sejarah leluhur dan juga melestarikan adat, tradisi dan budaya leluhur, sehingga warga desa dapat mengetahui benar dan fakta tentang Sejarah Dumadine Desa Banaran.
 
Buku Sejarah Dumadine Desa Banaran yang sudaah di publikasikan Desa Banaran Selengkapnya 

 
 
****** 
 
 


Sumber : www.banaran-playen.desa.id

Gedruk SATRIO MUDHO Banaran III Desa Banaran Playen Gunungkidul


Disinilah wujud keatifitas anak-anak Desa Banaran dalam mengembangkan akan Kesenian yang dapat menjadikan hiburan bagi khalayak pada umumnya. Di sini keuletan serta terbentuknya paguyuban sehingga terbentuklan Sanggar Seni dan budaya oleh anak-anak Desa Banaran dengan membentuk suatu Sanggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" yang berasal dari anak-anak di Banaran III Desa Banaran, Playen Gunungkidul yang merupakan sanggar Seni dan Budaya terbaru.

Pada kesempatan yang berbahagia ini dari Sanggar Seni dan Budaya yang ada di Desa Banaran di perdananya bertepatan dengan hari ulang tahun berdirinya Sanggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" ini membeberkan perdananya Live in halaman / Depan Balai Desa Banaran
Sabtu 19 Januari 2019.

Harapan kedepan anak-anak di Desa Banaran bisa mengembangkan suatu keseniannya ini hingga menjadi terkenal di kalangan khalayak Publik dan bisa menghibur.

Berikut di bawah ini adalah salah satu Video Live Perdananya Sanggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" Banaran III, Playen Gunungkidul.



Dari Video yang dapat dilihat diatas adalah merupakan bentuk kreatifitas akan seni dan budaya bangsa yang di tumbuh kembangkan oleh anak-anak Desa Banaran.

Semoga anggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" yang berasal dari anak-anak di Banaran III Desa Banaran, Playen Gunungkidul makin maju tetap eksis dan berkembang.

-- Sukses Satrio Mudho --

Tampil Perdana Sanggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" Banaran III, di Halaman Balai Desa Banaran Playen Gunungkidul


Sanggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" Banaran III, Playen Gunungkidul adalah merupakan sanggar terbaru kreasi adik-adik di Desa Banaran.

pada kesempatan yang berbahagia dan sebagai salah satu bentuk seni budaya di perdananya bertepatan dengan hari ulang tahun perdana berdirinya Sanggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" ini membeberkan perdananya Live in halaman / Depan Balai Desa Banaran
Sabtu 19 Januari 2019.

Berikut di bawah ini adalah salah satu Video Live Perdananya Sanggar Seni dan Budaya "SATRIO MUDHO" Banaran III, Playen Gunungkidul.



Semoga menghibur,

Gunungan Banaran 2 Untuk Acara Berebut di depan Balai Desa | Rasulan Desa Banaran, Playen Gunungkidul

Foto Banaran. 

Inilah Persembahan Gunungan maskot dari padukuhan dusun Banaran 2 yang nantinya akan di bawa di arak dari dususn Banaran 2 diikuti dengan prajurit lombok abang serta reog seni dari Banaran 2.
 
Foto Banaran. 
Maskot Gunungan di tahun 2018 ini seagai acara di Balai desa Banaran dalam rangka Bersih Desa, Desa Banaran adalah Maskot gunungan yang di buat oleh warga dusun Banaran 2.
 
Foto Banaran. 

Demikian hasil dokumentasi kami, semoga bermanfaat.

Upacara Pembukaan Sebelum di Mulainya Kenduri Bersama di Balai Desa | Rasulan Desa Banaran

Foto Banaran. 

Inilah Upacara sebelum dimulainya Kenduri bersma yang dilaksanakan di Balai Desa Banaran di tahun 2018. Pelaksanaan Upacara ini sangatlah berati bagi warga asyarakat sekitar yang saat itu mengikuti Kenduri yang merupakan salah satu wujud adat budaya yang ada di Desa Banaran pada umumnya.

Selesainya Upacara dilanjutkan pelaksanaan Kenduri bersama di Balai Desa Banaran. Berikut hasil dokumentasi kami dalam pelaksanaan acara kenduri di Balai Desa di tahun 2018.

Foto Banaran.

Foto Banaran.

Foto Banaran. 

Foto Banaran. 

Demikian info seputar kenduri yang dilaksanakan di balai Desa Banaran dalam rangka Bersih Desa Banaran di Tahun 2018, Semoga bermanfaat.

Lihat Video



- Admin Banaran Info -

Siswa-siswi Sdn Banaran 1 Ikut Menyongsong Bersih Desa Banaran Ikut Menampilkan Seni Tari-tari di Malam Pentas Seni

Foto Catur Banaran. 
Menyongsong Peringatan Hari Bersih Desa Banaran Tahun 2018, Desa Banaran menggelar Malam Pentas Seni di Halaman Balai Desa Banaran.

Disinilah anak didik kita yang merupakan siswa-siswi Sdn Banaran I yang merupakan Sekolah Induk yang ada di Desa Banaran, segala kesiapan siswa-siswinya untuk ikut berparsipasi ikut meramaikan Malam hari bersih Desa Banaran ikut meramaikan acara tersebut dengan menampilkan kebolehannya ikut tampil dengan seni tari-tarinya yang selama ini adalah merupakan kegiatan Ekstra yang ada di sekolah.

Foto Catur Banaran. 

Dari sinilah kekompakan siswa-siswi Sdn Banaran I dalam ikut menyongsong hari Bersi Desa Banaran tahun 2018, Semoga bermanfaat.

Pembuatan Sarang Kelengkapan Untuk Kenduri Jelang Rasulan Bersih Desa Banaran

Foto Catur Banaran. 
Sembari untuk mempersiapkan peringatan hari Bersih Desa, Desa Banaran di tahun 2018, inilah kesibukan warga dusun banaran 2 pada kesempatan kali ini.

Segala persiapan saat ini adalah pebuatan sarang dari daun Kelapa untuk di buat anyaman sebagai tempat nasi / Kendur nantinya.

Foto Catur Banaran.

Foto Catur Banaran. 

Disini setiap RT haruslah setor Sarang semacam ini di padukuhan masing-masing. Biasanya dari padukuhan masing-masing untuk masing-masing RT di jatah berbagai macam untuk kelengkapan kenduri nantinya yang secara bersama-sama di bawa di balai Desa Banaran.

Foto Catur Banaran. 

Foto Catur Banaran. 

Dari sinilah dokumentasi kami di Dusun Banaran 2 RT 08 yang dapat kami dokumentasikan pada kesempatan ini, Semoga Bermanfaat.

Petani Desa Banaran Mulai Bercocok Tanam

Di sinilah kesibukan Petani Warga Desa Banaran di sawah ladang pertaniannya. Mulai di pagi Jum'at 13 Oktober 2017 warga Desa Banaran sudah di sibukkan dengan aktifitas bertani di mulainya bercocok tanam.
Dari sinilah kita dapat melihat betapa tekunnya warga Desa Banaran dalam mengolah lahan pertaniannya di saat mulainya musim penghujan di bulan Oktober 2017.
Demikian info seputar kegiatan Warga Desa Banaran dalam segala hal untuk mempersiapkan bercocok tanamnya di Sawah ladangnya, semoga bermanfaat.

Jenis Tanah dan Teknik Cara Memperbaiki Kesuburan Tanah


Tanah Subur. Tanah yang subur adalah tanah yang apabila ditanami tumbuhan/tanaman bisa memberikan hasil yang banyak berupa produksi daun, batang, buah atau umbi. Untuk itu agar tercapainya tujuan produksi maka tanah yang dijadikan lahan usaha perlu ada upaya agar tanah tersebut tetap subur dalam jangka waktu tak terbatas atau berkelanjutan. Ada beberapa macam cara penyuburan tanah antara lain:

1.Pada tanah yang banyak mengandung liat (tanah liat) Tanah liat adalah tanah yang banyak mengandung /menyimpan makanan bagi tanaman namun sayang makan tidak dapat dimakan kerena kekurangan oksigen (O2). Apabila menemukan tanah yang semacam ini perlu diupayakan agar tersedia O2 dengan cara memberikan kompos, bokashi pupuk kandang, atau bahan organik lainya sehingga tanah menjadi gembur. 

2.Pada tanah berpasir atau tanah yang banyak mengandung pasir. Tanah yang seperti ini kelemahanya sulit untuk mengikat air, fenomena cepat kekeringan dan merana, caranya adalah menambah bahan organik seperti kompos, bokashi pupuk kandang, pupuk organik daun hiaju yang mudah busuk ditambah kotoran hewan, tanah dan air dengan perbandingan : 1 : 1 : 1 : 1 , simpan didrum biarkan selama tiga minggu, inilah pupuk yang terbaik untuk tanah berpasir.

3.Tanah yang banyak mengandung kapur. Tanah sperti ini kelemahanya adalah pertama tingkat keasaman ( pH= potensial hidrogen) yang tinggi, kedua tanah mudah longsor, makanan mikro kurang tersedia sperti besi,seng dan tembaga.
Tanah seperti ini perlu diberikan pupuk kompos dan dedaunan yang hijau apalagi kalau daun hijaunya dari jenis yang berbunga kupu-kupu seperti kacang-kacangan, johar, turi dsb. Untuk menurunkan tingkat keasaman jemis tanah ini yaitu dengan cara memberikan pupuk yang mengandung belerang.

4.Tanah besifat asam. Tanah yang asam biasanya ditandai dengan : Untuk tanah sawah, warna air kuning berkarat, kalau tanah darat suka ditumbuhi alang-alang atau kalau ditanami jagung, jagungnya menguning atau kalau ditanami kacang tanah tidak ada buah yang berenas. Apabila menemukan tanah ynag seperti ini, tanah tersebut adalah asam atau pHnya 3 - 5. Dengan demikian maka pHnya harus disesuaikan dulu dengan keinginan tanaman,karena setiap tanaman menginginkan pH yang berbeda.

Upaya menaikan pH tanah banyak cara diantaranya adalah demikian :
a. Tanah dijemur .
Caranya: tanah dicangkul,dibajak. Tanah yang berupa bongkahan dibiarkan terjemur dulu selama 2 minggu.


b. Diberi arang sekam.
Caranya: Tanah ditaburi arang sekam selanjutnya tanah dicangkul hingga arang tersebut tercampur dengan tanah.
c. Perbaikan tata udara dalam tanah
Caranya : Tanah diolah kemudian dibuat parit-parit, ini untuk menghindari genangan air dan pada tanah gambut disebut tali air. ini dibuat memanjang dengan jarak 25 m agar tejadi pencucian dan yang asam mengalir.
d. Menambah pupuk organik
Dengan diberikan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan yang banyak, maka secara bertahap pHnya akan berangsur-angsur naik.
e. Pengapuran.
Untuk menaikan pH bisa juga memberikan kapur pertanian dengan cara ditabur diatas tanah yang sudah dicangkul kemudian diaduk dengan tanah, apabila sudah tercampur antara kapur pertanian dan tanah, lalu disiram air atau tunggu tersiram air hujan dulu.Biarkan 10 - 15 hari, baru ditanam tumbuhan.

5. Tanah gambut. Adalah tanah yang kaya akan bahan organik namun belum bisa terurai menjadi makanan tumbuhan hanya kelemahanya adalah pH rendah atau asam. Tata udara kadang lemah, sehingga bakteri tidak bisa bekerja secara maksimal. Pada taanah yang demikian, tanaman yang bisa tumbuh hanya beberapa macam saja. Adapun cara perbaikanya adalah :
a. Membersihkan kompos dari pupuk kandang, arang atau bokashi, pupuk kandanmg arang.
b. Membuat tali air/ parit sebanyak mingkin.
c. Memberikan kultur campuran mikroorganisme yang menguntungkan.
d. seiring memberikan bakteri juga memberikan limbah yang mengandung protein banyak, misal limbah tahu, darah atau ikan busuk.

6. Tanah podsol merah. Tanah ini terdapat banyak di Sumratra dan Kalimantan. Pada tanah yang seperti ini usahanya adalah :
a. Memberikan bahan organik berupa kompos yang banyak.
b. Menutup tanah atau memerikan mulsa pada setiap tanaman sehingga lapisan atas tanah akan terlindung
dari erosi karena hujan.
c. Memberikan bakteri yang menguntungkan.

Catatan Penting
1. Memberikan bahan organik berupa kompos atau bokashi merupakan hal mutlak yang perlu dilakukan
pengelola.
2. Menjaga kehidupan ekosistem yang berada dalam tanah sehingga alam akan ada kemampuan membuat
makanan tumbuhan secara optimum.
3. Mengatur tata udara dan air agar ada kehidupan didalam tanah.
4. Sasara perbaikan ditunjukan pada perbaikan fisik, kimia, dan biologi tanah.

JENIS-JENIS TANAH

1. Tanah Vulkanis

a. Tanah Andosol

  • Proses terbentuknya : dari abu vulkanis yang telah mengalami proses pelapukan
  • Ciri-ciri : warna kelabu hingga kuning, peka terhadap erosi, dan sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian, perkebunan, hutan pinus atau cemara
  • Persebaran : Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi
andosol
andosol

b. Tanah Regosol

  • Proses terbentuknya : dari endapan abu vulkanis baru yang memiliki butir kasar
  • Ciri-ciri : berbutir kasar, berwarna kelabu hingga kuning dan kadar bahan organik rendah
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian padi, palawija, tebu dan kelapa
  • Persebaran : di lereng gunung berapi, pantai dan bukit pasir pantai yang meliputi pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara

c. Tanah Aluvial (Tanah Endapan)

  • Proses terbentuknya : tanah hasil erosi (lumpur dan pasir halus) di daerah-daerah dataran rendah
  • Ciri-ciri : warna kelabu dan peka terhadap erosi
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian sawah dan palawija
  • Persebaran : Sumatera, Jawa bagian utara, Halmahera, Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi dan Papua bagian selatan

2. Tanah Organosol

a. Tanah Humus

  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan bahan-bahan organik
  • Ciri-ciri : warna kehitaman, mudah basah, mengandung bahan organik, sangat subur
  • Pemanfaatannya : sebagai lahan pertanian
  • Persebaran : Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara
Organosol
Organosol

b. Tanah Gambut

  • Proses terbentuknya : dari hasil pembusukan tumbuhan / bahan organik di daerah yang selalu tergenang air (rawa-rawa)
  • Ciri-ciri : bersifat sangat asam, unsur hara rendah sehingga tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian pasang surut
  • Persebaran : Pantai timur Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Seram, Papua, Pantai Selatan
Tanah Gambut
Tanah Gambut

3. Tanah Litosol (tanah berbatu-batu)

  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan beku dan sedimen yang masih baru (belum sempurna) sehingga butirannya besar / kasar
  • Ciri-ciri : tekstur tanahnya beranekaragam dan pada umumnya berpasir, tak bertekstur, warna kandungan batu, kerikil dan kesuburan bervariasi
  • Pemanfaatannya : masih alang-alang, bisa untuk hutan
  • Persebaran : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Sumatera

4. Tanah Podzol

  • Proses terbentuknya : di daerah yang memiliki suhu rendah dan curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna pucat, kandungan pasir kuarsa tinggi, sangat masam, peka terhadap erosi, kurang subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian palawija
  • Persebaran : Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Papua
Podsol
Podsol

5. Tanah Laterit

  • Proses terbentuknya : Tanah yang tercuci air hujan, sehingga unsur hara telah hilang meresap dan mengalir ke dalam tanah
  • Ciri-ciri : warna cokelat kemerah-merahan, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk lahan pertanian
  • Persebaran : Kalimantan Barat, Lampung, Banten, Sulawesi Tenggara

6. Tanah Mergel

  • Proses terbentuknya : dari hasil campuran pelarutan kapur, pasir dan tanah liat karena peristiwa air hujan
  • Ciri-ciri : tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk hujan jati
  • Persebaran : Yogyakarta, Priangan Selatan di Jawa Barat, pegunungan Kendeng di Jawa Tengah, Kediri, Madiun, Nusa Tenggara

7. Tanah Terarosa (Kapur)

a. Tanah Renzina

  • Proses terbentuknya : dari pelapukan batuan kapur di daerah yang memiliki curah hujan tinggi
  • Ciri-ciri : warna putih sampai hitam, miskin unsur hara
  • Pemanfaatannya : untuk palawija, hutan jati
  • Persebaran : Gunung kidul , Yogyakarta
Terarosa
Terarosa

b. Tanah Mediteran

  • Proses terbentuknya : hasil pelapukan batuan kapur keras dan sedimen
  • Ciri-ciri : Warna putih kecoklatan, keras, tidak subur
  • Pemanfaatannya : untuk pertanian tegalan, hutan jati
  • Persebaran : Pegunungan Jawa Timur, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, Sumatera

Ciri-ciri tanah di Indonesia:

  • Banyak mengandung unsur hara
  • Struktur tanahnya baik, artinya susunan butir-butir tanah tidak terlalu padat dan tidak terlalu lenggang
  • Cukup mengandung air yang berguna untuk melarutkan unsur hara
  • Mempunyai garam-garaman dalam jumlah banyak

Upaya untuk melestarikan sumber daya tanah:

  • Pemupukan diusahakan dengan pupuk hijau / pupuk kandang / pupuk kompos
  • Dibuat hutan-hutan cadangan pada lereng-lereng gunung
  • Membuat terassering / sengkedan di daerah-daerah miring
  • Membuat penghijauan dan reboisasi pada daerah yang gundul, dan sebagainya.
Reboisasi
Reboisasi

PEMUTARAN FILM G30S PKI DI BALAI DESA BANARAN

Malam ini Selasa 26 September 2017 di Balai Desa Banaran di gelar pemutaran Film G30S PKI yang di pertontonkan masal ke masyarakat Desa Banaran. Sebelum acara di mulai di sambut hangat oleh pidato sambutan beliau Bapak Kepala Desa Banaran.
Antusias kedatangan warga Desa Banaran pada malam ini juga banyak sekali dari anang kecil orang dewasa juga orang tua yang ingin menyaksikan pertunjukan di putarnya Film G30S PKI malam ini.
Sementara dari perwakilan Babinsa pada malam ini juga memberikan sambutan  sebelum acara di mulainya pemutaran Film G30S PKI. 
Dari Linmas Desa Banaran, Banser dan juga dari kader yang ada di Desa Banaran dan semua lapisan masyarakat malam ini berkumpul di Balai Desa Banaran guna untuk menyaksikan Pemutaran Film G30S PKI.
Di sinilah antusias warga Desa Banaran malam ini di Balai Desa Banaran untuk menyaksikan acara di Putarnya Film G30S PKI.
Demikian info malam ini dari kami Admin Banaran info, semoga bermanfaat.

Kerja Bakti Bongkar Pendopo Pure Santi Loka Banaran VIII

kerja bakti adalah suatu kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh sejumlah orang demi kepentingan bersama atau demi mencapai hasil yang lebih baik. Kali ini adalah kegiatan kerja bakti warga Masyarakat Dusun Banaran VIII bersama anggota Banaran Info (Bi) pagi ini Minggu 17 September 2017 bekerja bakti bergotong royong berbaur dengan warga Banaran VIII dalam kegiatan kerja bakti Pembongkaran Pendopo Pure Santi Loka di Banaran VIII.
Di sinilah kebersamaan kami dari anggota Banaran Info (BI) dari paguyuban Ikabi (Ikatan Keluarga Banaran Info) untuk ikut bakti sosial dalam pembongakaran Pendopo Pure Santi Loka yang ada di Dusun Banaran VIII.
Sementara kerja bakti dan gotong royong saat ini di Pure Santiloka Banaran VIII masih berlangsung di lokasi. Kebersamaan Ikabi Desa Banaran ikut memberi penyemangat warga Banaran VIII yang saat ini gotong royong bersama ini. Demikian info kegiatan warga yang dapat admin Bi sampaikan semoga bermanfaat.

Total Pageviews

Flag Counter Real Time Traffic